Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 Jenis dan Faktor Penyebab Kenakalan Remaja | Penyimpangan Sosial


Kenakalan Remaja, atau menurut Kartono yang biasanya kita kenal sebagai ilmuwan sosiologi, menjelaskan definisi Kenakalan Remaja dalam bahasa Inggris sebagai Juvenile Delinquency.

Juvenile Delinquency merupakan patologis sosial kepada remaja yang disebabkan oleh faktor dari suatu bentuk pengabaian sosial dan penyimpangan sosial.

Mengapa Demikian?

Faktor usia remaja adalah fase krisis dalam perkembangan remaja menuju dewasa karena mereka cenderung labil sehingga mudah saja terpengaruhi oleh hal-hal lain.

Sebagai contoh ceritanya, si A sudah sepakat dengan orang tuanya agar ketika ia lulus dari SMA, si A akan melanjutkan pendidikannya di universitas ternama, namun sayangnya, teman si A, menjerumuskan si A untuk ikut ke dalam pergaulan bebas yang membuat si A tidak lagi ingin melanjutkan ke dalam pendidikan yang lebih tinggi.

Selain mudah terpengaruhi oleh berbagai hal-hal lain, pada fase ini juga rasa ingin tahu yang tinggi membuat para remaja dapat beradaptasi dengan berbagai pengaruh tanpa melakukan filtrasi atau penyaringan. 

Jenis-Jenis Kenakalan Remaja


Kita telah membahas definisi dari Kenakalan Remaja. Sekarang, berikut adalah 3 jenis dari kenakalan remaja.

1. Kenakalan Remaja Pada Lingkungan Sekolah


Jenis kenakalan remaja pada lingkungan ini biasanya dikarenakan mereka tidak nyaman atau sudah dipengaruhi oleh berbagai hal-hal lain seperti candu rokok misalnya.

Para remaja tersebut sering kali mencari cara agar ia dapat bebas merokok sembarangan di lingkungan sekolah, mereka selalu berusaha agar tidak diketahui oleh guru-guru di sekolah tersebut.

2. Kenakalan Remaja Pada Lingkungan Masyarakat


Kalau yang ini biasanya remaja terpengaruhi oleh anak-anak remaja lain seperti contohnya melakukan aksi tawuran yang tidak jelas asal-usulnya, mereka yang melakukan ini sebagai aktivitas yang menyenangkan menurut mereka.

Namun, apa yang perlu disenangkan? Membuat kerusuhan yang melanggar etika dan norma di lingkungan masyarakat membuat mereka yang sudah dewasa merasa terganggu oleh remaja-remaja nakal tersebut.

Selain tawuran, ada juga hal lain seperti minum minuman keras, ikut balap liar, mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba, dan lain-lain.

3. Kenakalan Remaja Pada Lingkungan Keluarga


Biasanya, remaja yang melakukan jenis yang ini adalah karena lingkungan keluarga yang tidak menyenangkan atau bisa juga karena telah di-pengaruhi oleh anak-anak lain seperti misalnya tidak mendengarkan nasehat orang tua, tidak menaati perintah orang tua, atau juga karena orang tua yang tidak dapat mendidik remaja tersebut dengan tepat.

Penyebab Kenakalan Remaja


Setelah kita mengenal berbagai jenis kenakalan remaja, kita juga harus mengetahui lebih lanjut yakni apa saja faktor penyebab dari kenakalan remaja?

Berikut di bawah ini terdapat 3 faktor penyebab kenakalan remaja.

1. Perkembangan Emosional Yang Masih Labil


Ini masih termasuk dalam faktor usia. Karena dalam tahap pertumbuhan, para remaja masih mencari jati diri mereka.

Rasa ingin tahu yang sangat tinggi terkadang mendorong remaja agar melanggar peraturan.

Hendaknya pada masa ini orang tua dihimbau untuk memberikan perhatian lebih terhadap remaja milenial tersebut.

Adapun selain orang tuanya, sekolah dan juga masyarakat hendaknya lebih berperan aktif dalam mendampingi dan serta membimbing para remaja milenial ini ke dalam hal-hal yang positif.

Dengan demikian, remaja-remaja nakal tersebut dapat diminimalisasi.

2. Lingkungan Keluarga Tidak Selalu Harmonis


Seperti yang telah dijelaskan pada poin ketiga tadi, hubungan keluarga di lingkungan remaja yang tidak harmonis menjadi penyebab utama terjadinya kenakalan remaja.

Kehidupan keluarga yang tidak selalu harmonis dalam lingkungannya ini dapat menyebabkan remaja tidak memperoleh kasih sayang yang lebih dari orang tuanya.

Hal ini juga dapat disebabkan oleh karena orang tua yang kurang atau tidak peduli, selalu ada konflik internal dalam keluarga, ataupun juga kesibukan orang tua sehingga mengabaikan anaknya.

Padahal, orang tua dalam keluarga memiliki fungsi sebagai kontrol sosial bagi anak remaja tersebut.

Jika fungsi orang tua pada keluarga ini tidak optimal atau belum tercukupi, maka anak-anak terutama para remaja akan mudah terpengaruh oleh perilaku menyimpang hingga melanggar nilai dan norma sosial dalam hidup masyarakat.

3. Proses Sosialisasi Tidak Sempurna


Yang terakhir, proses sosialisasi yang kurang sempurna dapat mendorongkan remaja dalam kenakalan.

Proses sosialisasi tidak sempurna akan dapat menyebabkan nilai dan norma sosial tidak dapat disosialisasikan secara sempurna.

Sebagai contoh adalah kesibukan orang tua yang kurang mendidik anaknya hingga mereka para remaja tidak memiliki pedoman yang baik dalam pergaulan mereka, mana yang baik dan mana yang buruk.

Akhir Kata


Oleh karena itu, para remaja menjadi mudah terbawa ke dalam pergaulan yang bersifat negatif.

1 comment for "3 Jenis dan Faktor Penyebab Kenakalan Remaja | Penyimpangan Sosial"