Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenali 10+ Istilah dalam Android yang Perlu Kamu Ketahui

Istilah dalam Android

Siapa disini tidak mengenal Android?

Menurut Wikipedia, Android merupakan sistem operasi berbasis Linux untuk perangkat layar sentuh seperti ponsel pintar hingga komputer tablet yang dikenali seluruh dunia.

Pada awal pembuatannya, Android ditargetkan bagi penggunaan perangkat kamera digital. 

Akan tetapi, para pencipta Android, yaitu Andy Rubin, Chris White, dan Nick Sears berargumen bahwa pasar untuk kamera digital tidak terlalu besar.

Oleh karena itu, seiring berjalannya waktu sistem operasi android ini kemudian dialihkan penggunaannya pada ponsel pintar dan tablet.

Sampai saat ini, Android adalah sistem operasi paling populer oleh perangkat smartphone dan tablet.

Nah, mungkin kamu telah mengetahui apa itu Android. Selanjutnya, kita akan membahas mengenai beberapa istilah dalam android yang belum banyak orang ketahui.

Istilah dalam Android

Berikut terdapat beberapa istilah dalam android yang familiar namun belum banyak orang tahu apa pengertiannya.

1. Versi Android

Merupakan sistem operasi dikembangkan oleh Perusahaan Google untuk menambahkan fitur-fitur baru dan juga kenyamanan penggunanya.

Versi Android diawali dengan rilisnya android beta pada pertengahan tahun 2007 dan pada April 2009 mulailah sistem operasi android ini dikembangkan dengan nama kode berdasarkan nama makanan pencuci mulut.

Masing-masing versi android ini dirilis sesuai dengan urutan alfabet, yakni Cupcake (1.5) dan saat ini adalah Android 10 (10.0).

2. APK (Application Package File)

Apk adalah file extension khusus pada sistem operasi android.

Kita tahu bahwa sebuah perangkat dapat membuka ataupun menginstall suatu aplikasi apabila extension tersebut sesuai dengan OS-nya sendiri. 

Seperti contoh pada sistem operasi berbasis windows file berextension .EXE, begitu juga pada Android, aplikasi dapat diinstall apabila file tersebut berextension .APK.

3. Bloatware

Bloatware merupakan aplikasi telah dipasang atau tertanam pada perangkat Android oleh pabrik dari vendor HP tertentu.

Bloatware biasanya dipasang oleh vendor HP tersebut untuk kepentingan tertentu, seperti misalnya kontrak dengan perusahaan lain.

Namun, terkadang tidak semua aplikasi telah dipasang oleh pabrik sering kita gunakan.

Dan bahkan terkadang aplikasi bloatware dapat memberikan ancaman terhadap Android dari virus ataupun serangan oleh para peretas.

4. Google Play Store

Dalam sebuah sistem operasi pastinya mereka mempunyai pasar aplikasinya sendiri, seperti iOS dengan AppStorenya.

Begitu pula dengan Android, yakni mempunyai pasar aplikasi dinamakan Google Play Store.Selain menyediakan aplikasi, Play Store juga menyediakan hal lain seperti ebook dan film.

Semua hal di Play Store sendiri ada yang bersifat gratis maupun berbayar dan tentunya semua data-data di perangkat kita aman karena sudah tepercaya.

5. Firmware

Firmware adalah perangkat lunak terprogram pada perangkat keras perangkat android untuk mengontrol perangkat dan inti fungsinya.

Firmware berguna memungkinkan perangkat keras untuk berkomunikasi secara benar dengan sistem operasi Android dan melakukan permintaan pengguna. 

Firmware merupakan salah satu bagian penting pada sebuah sistem operasi android. Setiap HP android mempunyai firmware-nya tersendiri.

6. ROM

ROM atau Read Only Memory pada android merupakan media tempat penyimpanan internal.

ROM adalah sebuah hardware bertugas sebagai media tempat penyimpanan internal dan data sistem di dalamnya hanya bisa di baca saja. 

Namun apabila melalui proses flashing, maka ROM ini bisa ditulis atau diisi data.

Pada saat ini, ROM pada perangkat android umumnya memiliki ukuran sebesar 128GB.

7. RAM

Berbeda dengan ROM, Random Acces Memory atau RAM adalah memori bertugas menyimpan data perintah dari sistem atau juga aplikasi secara sementara.

RAM memiliki fungsi guna menyimpan aplikasi berjalan di latar belakang.

Dengan perangkat android memiliki RAM besar, maka android bisa menyimpan banyak aplikasi latar belakang agar multitasking pada android lebih lancar digunakan.

8. Rooting

Pada umumnya semua peranti dengan sistem operasi android biasanya para pihak developer atau pengembang akan mengamankan dan mengunci sistem operasi tersebut agar sistem tidak dapat diubah atau dimodifikasi oleh para penggunanya.

Hal ini juga agar perangkat android tersebut tidak mudah terancam oleh serangan dari para peretas ataupun juga virus.

Rooting sendiri ialah membuka kunci tersebut supaya pengguna dapat memodifkasi sistem operasi untuk tujuan tertentu.

Biasanya pengguna melakukan proses rooting ini bertujuan untuk menghapus aplikasi sistem bawaan vendor.

Rooting tentu saja dilakukan oleh pengguna yang telah mengerti apa baik dan buruknya.

9. OTA (Over The Air)

OTA atau Over The Air pada android adalah suatu metode pengiriminan data atau lebih singkatnya adalah update resmi tersedia oleh pihak vendor HP tertentu kepada penggunanya.

OTA merupakan salah satu cara mendownload atau mengupgrade sebuah firmware pada sistem operasi android.

Dengan adanya OTA, perangkat android kamu dapat melakukan sistem update secara berkala tanpa perlu repot-repot melalui komputer atau service center.

10. Bootloader

Bootloader merupakan sebuah kode yang perlu dieksekusi terlebih dahulu sebelum sistem operasi android berjalan.

Pada saat kita ingin melakukan flashing pada sebuah perangkat android, langkah awal untuk melakukannya yakni dengan membuka kunci bootloader terlebih dahulu.

Apabila hal tersebut belum berhasil atau masih terkunci, maka akan terjadi error atau tidak ada perubahan sama sekali.

Selain untuk melakukan flashing, membuka kunci bootloader juga biasanya dilakukan agar perangkat dapat di-root dengan mudah.

11. Recovery

Recovery merupakan mode khusus di android sebagai cara untuk menanggulangi suatu permasalahan berkaitan dengan sistem.

Recovery mode biasanya berguna untuk me-reset data di perangkat atau untuk melakukan update firmware melalui penyimpanan eksternal.

12. Cache

Cache atau tembolok merupakan suatu tempat penyimpanan data bersifat sementara.

Ketika kamu telah menjalankan sebuah aplikasi di android, maka cache atau tembolok itu akan merekam semua data dari hasil aktivitas baru dilakukan.

Dengan adanya cache, maka perangkat android tidak lagi memerlukan waktu cukup lama ketika membuka aplikasi telah digunakan sebelumnya.

13. Factory Reset

Factory reset merupakan suatu metode untuk mengembalikan android ke settingan semula atau pabrik.

Sebelum melakukan factory reset, alangkah baiknya kamu membuat cadangan data atau aplikasi penting guna menghindari hal tidak diinginkan.

Akhir Kata

Itulah beberapa istilah yang seringkali kita temukan dalam sebuah hp android. Jika sudah mengetahuinya, kalian akan lebih mudah memahami dan menguasai fitur dalam Android.

5 comments for "Kenali 10+ Istilah dalam Android yang Perlu Kamu Ketahui"

  1. Ternyata ada juga istilah yang belum saya ketahui sebelumnya. Info yang bermanfaat sekali.

    ReplyDelete
  2. Beberapa udh tau beberapa baru tahu makasih gan bermanfaat sekali artikelnya ...


    Kunjungi dan jangan lupa tinggalin komentar,


    https://aisurunihongo.blogspot.com/2020/08/lirik-terjemahan-minami-kawaki-wo-ameku.html?m=1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap gan, terima kasih atas kunjungannya^^

      Delete