Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Jenis, Struktur, dan Contoh Proposal dalam Suatu Kegiatan

Apa Itu Proposal dan Contoh Proposal dalam Kegiatan

Suatu kegiatan dapat terlaksana dengan baik karena adanya perencanaan yang matang. Agar perencanaan tersebut lancar tentunya harus dibentuk dalam proposal. Sebagai salah satu bagian dari tahap perancangan, proposal menjadi bagian wajib yang harus dibuat.

Melalui proposal kita dapat mengetahui kegiatan apa yang akan dilaksanakan, mengapa kegiatan tersebut dilakukan, berapa biaya yang diperlukan, serta waktu dan tempat kegiatan tersebut dilakukan.

Mengingat pentingnya proposal dalam penyelenggaraan suatu kegiatan, maka di bawah ini akan dijelaskan mengenai apa itu proposal, bagaimana struktur dan fungsi proposal, serta bagaimana contoh proposal dalam suatu kegiatan.

Pengertian Proposal

Proposal adalah suatu perencanaan yang diimplementasikan dalam bentuk rancangan kegiatan berbentuk tertulis dan dijelaskan secara sistematis serta terperinci.

Selain pengertian di atas, banyak ahli yang berpendapat mengenai definisi proposal yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menurut Rieefky, proposal merupakan suatu bentuk perencanaan kegiatan yang dibuat dalam bentuk tulisan formal dan standar.
  • Sedangkan menurut pendapat Hadi, proposal adalah suatu usulan tersruktur untuk agenda kerjasama bisnis antar lembaga, perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecah masalah.
  • Dan menurut Hanun Anwar, proposal adalah suatu rencana yang disusun untuk pelaksanaan kegiatan tertentu.

Nah, dapat disimpulkan bahwa definisi secara umum proposal adalah suatu rancangan kerja atau rancangan kegiatan yang disusun secara sistematis untuk melaksanakan kegiatan tertentu.

Proposal biasanya diajukan dengan tujuan mendapatkan permohonan atau izin atas kegiatan/acara yang akan dilaksanakan. Namun, terkadang proposal juga diajukan untuk memohon bantuan dana dan sebagai gambaran terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Jenis-Jenis Proposal

Cara penulisan proposal yang satu dengan lainnya bisa saja berbeda bergantung pada tujuan dari proposal tersebut dibuatkan. Proposal dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan tujuan penulisnya.

A. Proposal Berdasarkan Bentuk

1). Proposal Formal

Proposal formal mempunyai bagian utama yang diantaranya adalah bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup.

Bagian pendahuluan berisi sampul dan halaman judul, surat pengantar, ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan/izin. Bagian isi proposal terdiri atas latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar, metodologi, fasilitas, susunan panitia, laba dan kerugian, waktu, dan biaya. Bagian pelengkap penutup yakni berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

2). Proposal Nonformal

Proposal nonformal merupakan bentuk lain dari proposal formal karena di dalamnya tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap proposal formal.

Proposal ini biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum maupun surat sehingga sebuah proposal nonformal harus selalu mengandung masalah, saran, solusi, dan permohonan.

3). Proposal Semiformal

Bentuk proposal ini hampir sama dengan proposal nonformal yaitu variasi atau bentuk lain dari proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu dan tidak selengkap seperti bentuk formal.

B. Proposal Berdasarkan Tujuan Penulis

1). Proposal Riset/Penelitian

Proposal penelitian merupakan proposal yang bertujuan untuk mengajukan suatu hal baik itu pengadaan riset maupun penelitian.

2). Proposal Acara

Proposal acara merupakan proposal yang bertujuan untuk mengajukan perencanaan suatu acara/kegiatan.

3). Proposal Kerja Sama

Proposal kerja sama adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan usulan kerja sama dengan pihak maupun lembaga lain.

4). Proposal Permohonan Dana

Proposal permohonan dana merupakan proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan/permintaan dana.

5). Proposal Kerja Praktik

Proposal kerja praktik adalah jenis proposal yang bertujuan untuk mengutarakan permohonan kerja praktik.

6). Proposal Usaha

Proposal usaha adalah jenis proposal yang disusun oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mendirikan suatu usaha.

Struktur Proposal

Secara umum struktur proposal terdiri dari beberapa bentuk seperti proposal kegiatan dan proposal penelitian.

A. Proposal Kegiatan

1). Halaman Judul

Judul proposal memuat gambaran kegiatan apa yang akan dilaksanakan termasuk tempat, waktu penyelenggaraan, dan pihak penyelenggara kegiatan.

Contohnya seperti proposal dengan judul "Proposal Kegiatan Gotong Royong", dalam judul tersebut disebutkan bahwa kegiatan yang akan dilakukan adalah gotong royong. Umumnya jumlah kata yang ada pada halaman judul proposal tidak lebih dari 20 kata. 

2). Latar Belakang

Dalam latar belakang dijelaskan mengenai mengapa kegiatan tersebut diselenggarakan. Bagian ini berisi argumen atau alasan yang melatarbelakangi rencana agenda kegiatan. Latar belakang pada dasarnya berisi tiga bagian yang diantaranya adalah bagian pendahuluan, bagian isi, serta bagian penutup.

3). Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan berisi alasan kegiatan tersebut dilaksanakan. Bagian ini biasanya harus selaras dengan latar belakang, termasuk susunannya adalah dari tujuan yang paling penting ke tujuan yang kurang penting.

4). Nama dan Tema Kegiatan

Nama dan tema kegiatan harus dicantumkan dengan jelas dan dibuat semenarik mungkin agar pembaca dapat memahami serta memiliki rasa keingintahuan lebih. Beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam pembuatan judul/tema proposal sebagai berikut.

  1. Judul harus sesuai topik atau pokok permasalahan dalam kegiatan.
  2. Judul sebisa mungkin harus singkat, padat, dan jelas serta dibuat semenarik mungkin.

Contoh nama dan tema proposal kegiatan sebagai berikut.

  • Nama kegiatan: "Pentas Seni dan Dies Natalis SMA Kandanghaur"
  • Tema kegiatan: "Ayo Lestarikan Budaya dan Bawa Harum Nama SMA Kandanghaur"

5). Bentuk Kegiatan

Pada bagian ini berisi perihal format atau bentuk sajian kegiatan. Contoh bentuk kegiatan dengan tema "Ayo Lestarikan Budaya dan Bawa Harum Nama SMA Kandanghaur" sebagai berikut.

  1. Lomba seni rupa antarkelas.
  2. Lomba pertunjukan musik antarkelas.
  3. Lomba pertunjukan seni tari antarkelas.

6). Peserta

Bagian peserta ini pada umumnya berisi sasaran pihak yang akan menghadiri kegiatan/acara. Peserta perlu disesuaikan dengan jenis kegiatan yang direncanakan.

7). Waktu dan Tempat Kegiatan

Bagian ini berisi informasi waktu pelaksanaan kegiatan, meliputi tanggal, bulan, tahun, dan saat kegiatan dilakukan. Selain itu, bagian ini menunjukkan pelaksanaan tempat kegiatan.

8). Penyelenggara/Panitia

Berisi keterangan panitia kegiatan atau penyelenggara. Bagian ini dibutuhkan kontak atau nomor kesekretariatan yang bisa dihubungi.

9). Susunan Acara

Jadwal kegiatan atau susunan acara dapat berbentuk tabel dengan format kolom tabel sesuai kebutuhan. Apabila jadwal kegiatan lebih dari satu halaman, biasanya disertai keterangan "Terlampir".

10). Rancangan Anggaran atau Estimasi Biaya

Berisi perincian pemasukan, pengeluaran, serta data yang masih diperlukan. Bagian ini disusun dengan cara sederhana, tetapi tetap memakai prinsip penyusunan keuangan dan harus lengkap - jelas.

11). Penutup

Penutup menjadi bagian terakhir dalam struktur proposal. Biasanya disertai pernyataan harapan agar banyak pihak tertarik untuk mendukung kegiatan. Bagian ini ditandatangani oleh ketua pelaksana, serta mengetahui penanggung jawab kegiatan.

12). Lampiran

Apabila terdapat hal yang belum tercantum secara terperinci dalam isi proposal, maka bagian lampiran sangat dibutuhkan. Biasanya berisi rincian rencana anggaran, biaya, jadwal kegiatan lengkap, media publikasi, dan lain-lain.

B. Proposal Penelitian

1). Judul

Judul menjadi aspek penting dalam suatu penelitian. Proposal penelitian menampilkan keseluruhan rancangan penelitian. Oleh karenanya, judul proposal penelitian harus mencakup gambaran dan lingkup penelitian. Adapun syarat judul yang baik sebagai berikut.

  1. Menarik minat peneliti.
  2. Dapat dilaksanakan sesuai rencana.
  3. Mengandung kegunaan praktis.
  4. Berupa kalimat pernyataan.
  5. Singkat, padat, dan jelas.

2). Halaman Persetujuan

Halaman atau lembar persetujuan merupakan sebuah pernyataan izin dari guru pembimbing dan kepala sekolah tempat penulis bersekolah.

3). Abstrak

Abstrak berisi gambaran singkat isi karya tulis yang berkenaan dengan latar belakang masalah, tujuan, dan manfaat penelitian, sumber data, metode, teknik penulisan, kesimpulan, serta unsur penting dalam karya tulis.

4). Kata Pengantar

Kata pengantar berisi pembuka karya ilmiah yang mencakup kesimpulan isi laporan penelitian. Di dalam ucapan kata pengantar juga kita dapat menuliskan berbagai ungkapan terima kasih kepada pihak yang terlibat.

5). Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah adalah pengantar singkat materi penelitian yang ditulis secara sistematis dan terarah. Bagian ini merupakan landasan pembuatan sebuah penelitian.

6). Rumusan Masalah

Rumusan masalah memuat beberapa pernyataan atau pertanyaan masalah yang mencakup tujuan, manfaat, kerangka konsep, dan metode penelitian yang digunakan. Bagian ini didapat setelah peneliti menelaah atau mengidentifikasi permasalahan yang muncul di latar belakang.

7). Tujuan Penelitian

Bagian ini ditulis menggunakan kata yang sifatnya operasional, seperti menguraikan, mengidentifikasi, atau menggambarkan. Tujuan penelitian hendaknya diuraikan secara singkat dan jelas.

8). Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian biasanya diperlukan untuk menunjukkan kontribusinya bagi pengembang ilmu pengetahuan. Selain itu, bagian ini juga sama dengan tujuan penelitian yakni hendaknya diuraikan secara singkat dan jelas.

9). Tinjauan Pustaka

Berisi uraian teori yang mendasari penelitian. Bahan bacaan yang dipakai sebaiknya harus relevan dan mutakhir dengan topik penelitian.

10). Kerangka Konsep dan Hipotesis

Kerangka konsep merupakan alasan ilmiah terhadap suatu penelitian yang akan dilaksanakan. Dalam hal ini harus didukung landasan teori yang kuat serta ditunjang oleh informasi yang ilmiah, hasil penelitian, jurnal, atau data literatur lain.

11). Metode Penelitian

Metode penelitian pada umumnya merupakan cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Bagian ini digunakan untuk melakukan penelitian sehingga mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian.

12). Jadwal dan Lokasi Penelitian

Berisi rencana tempat dan waktu penelitian yang akan dilakukan. Jadwal ini meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan.

13). Lampiran

Seperti halnya proposal kegiatan, pada proposal penelitian juga dibutuhkan lampiran yang harus disertakan dalam proposal meliputi daftar pustaka dan alat yang digunakan dalam penelitian.

Contoh Proposal Kegiatan

Contoh Proposal Penelitian

Akhir Kata

Sekian penjelasan terkait dengan pengertian proposal serta jenis, struktur, dan contoh proposal dalam suatu kegiatan.

Suatu kegiatan agar dapat dilaksanakan dengan lancar harus direncanakan secara matang yakni dengan membuat proposal. Tujuan penyusunan proposal supaya pihak yang berkepentingan dapat memahami dengan baik rencana kegiatan, memberikan izin, dan menyumbang dana sehingga acara tersebut dapat terlaksana.

3 comments for "Pengertian, Jenis, Struktur, dan Contoh Proposal dalam Suatu Kegiatan"

  1. Min kalau boleh tau ini websitenya pakai template apa ya? Kok bagus bngt. Kalau boleh saya minta dong, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini template Median UI dari Jagodesain.com, Kak.

      Delete